Kode : JOGJA 016 Becak Black
Kode : JOGJA 016 Becak Red Chili
Kode : JOGJA 016 Becak Biru Baby

Nama Products : Kaos 3D Becak 01
Harga : Rp 50.000,
Bahan : Polyester
Reseller oke, sistim kodi

Becak merupakan pantulan hidup bernilai, bermakna, dan tujuan hidup mendasar dari wong kabur kanginan: orang tidak berumah, tidur di jalanan. Transendensi terbaca dari slebor-slebor becak pribadi mereka. Waton Urip, artinya, bukan hidup ngawur dan seenaknya sendiri melainkan berani hidup tanpa memberontak terhadap kehidupan. Banyu Mili atau Lumintu, memuat keyakinan, kendati sedikit toh rejeki bakal mengalir terus tiada henti. Tegar, menyiratkan keuletan penarik becak bertahan dalam situasi dan kondisi yang senantiasa tidak ramah. Sri Rahayu, membuktikan kesungguhan tukang becak dalam membesarkan dan melindungi anak perempuan. Kendati berornamen sederhana, slebor becak bertuliskan Ningsih (dicintai setiap orang), Barokah (terberkati), Prasojo (bersahaja) ,Marem (kepuasan), Bejo (beruntung), Sami-Sami (penerimaan dan pemberian diri tanpa syarat), Gemah Ripah (subur makmur), Prihatin (bermati raga), dan Raharja (maju sesungghnya memuat harapan hidup dan motivasi para tukang becak). Slebor-slebor becak itu memuat pandangan hidup orang Jawa manggihaken kabegjan ing sak lebeting kekirangan (menemukan kebahgiaan dalam kekurangan) dan kabegjan iku tansah ana kekurangane (kebahagiaan hidup itu senantiasa tidak sempurna).
Seiring perkembangan slogan-slogan tersebut, becak-becak di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup panjang mengenai keberadaan mereka di kota-kota besar terutama di Yogyakarta. Seperti halnya Sejarawan Sartono Kartodirdjo (1981) yang mengatakan "Becak di Yogyakarta mulai muncul sebelum Perang Dunia II. Selama beberapa tahun setelah ditemukan, becak dapat diterima dengan baik sebagai alat transportasi, yaitu sebagai alat transportasi antar keresidenan dan tempat kerja di kota yang berskala medium. Banyak tenaga kerja untuk mengoperasikan becak ini. Ongkosnyapun juga relatif murah. Lebih cepat dari berjalan kaki dan relatif nyaman. Becak merupakan alat transportasi yang lebih baik dari yang ada sebelumnya untuk memecahkan masalah transportasi dengan jarak yang cukup jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Becak merupakan kontribusi yang substansial dalam memecahkan masalah transportasi dalam kota di kota yang tidak terlalu besar. Selain itu, seorang pengusaha becak di Yogyakarta mengatakan becak masuk ke Yogya melalui Semarang pada zaman penjajahan Jepang. “Becak itu pertama kali masuk asalnya dari Jepang. Mereka beredar di Semarang dan akhirnya mulai merambah ke kota-kota lain, termasuk Yogya. Diperkirakan becak hadir sekitar era 1940-an. “Becak waktu itu bannya terbuat dari karet mati dan bentuk atapnya kotak. Selain untuk mengangkut penumpang, becak juga menjadi alat angkutan untuk jenazah dengan cara didandani dengan peci dan kacamata supaya mirip penumpang. Saat itu, ambulans masih merupakan barang langka. 


Sumber : Dikutip dari beberapa sumber
Cara Pemesanan:

Format Pemesanan via SMS :

  1. Nama           :
  2. Alamat Lengkap (beserta kode pos) :
  3. No. HP         :
  4. Order           : Nama Produk_Kode_Ukuran Kaos, Nama Produk_Kode_Ukuran Kaos (Pisahkan Order dengan Koma)
  5. Jumlah Total Kaos :

Contoh Penulisan Order : Jumper ACM 01 _D ACM 007_M, Oblong Wanita ACM 01_D ACM 003_M

Kemudian kirimkan format pemesanan tersebut ke kami melalui (silahkan pilih salah satu cara konfirmasi yang termudah bagi Anda)

  • SMS / Telp : 0877 36736 888 / 0274-2840801
  • Email : admin@artfashiondigital.com
  • Cek Harga dan Bahan : www.artfashiononline.com

Setelah Anda mengirimkan format pemesanan tersebut, Kami akan segera menginformasikan total biaya yang harus Anda transfer (total harga kaos + ongkos kirim) untuk pembelian kaos tersebut.

Kaos Edisi Pariwisata JOGJA Becak Kaos Edisi Pariwisata JOGJA Becak
Rated 3.5/5 based on 36 customer reviews
In stock
Product description: Nama Products : Kaos 3D Becak 01 Harga : Rp 50.000, Bahan : Polyester Reseller oke, sistim kodi Becak merupakan pantulan hidup bernilai, bermakna, dan tujuan hidup mendasar dari wong kabur kanginan: orang tidak berumah, tidur di jalanan. Transendensi terbaca dari slebor-slebor becak pribadi mereka. Waton Urip, artinya, bukan hidup ngawur dan seenaknya sendiri melainkan berani hidup tanpa memberontak terhadap kehidupan. Banyu Mili atau Lumintu, memuat keyakinan, kendati sedikit toh rejeki bakal mengalir terus tiada henti. Tegar, menyiratkan keuletan penarik becak bertahan dalam situasi dan kondisi yang senantiasa tidak ramah. Sri Rahayu, membuktikan kesungguhan tukang becak dalam membesarkan dan melindungi anak perempuan. Kendati berornamen sederhana, slebor becak bertuliskan Ningsih (dicintai setiap orang), Barokah (terberkati), Prasojo (bersahaja) ,Marem (kepuasan), Bejo (beruntung), Sami-Sami (penerimaan dan pemberian diri tanpa syarat), Gemah Ripah (subur makmur), Prihatin (bermati raga), dan Raharja (maju sesungghnya memuat harapan hidup dan motivasi para tukang becak). Slebor-slebor becak itu memuat pandangan hidup orang Jawa manggihaken kabegjan ing sak lebeting kekirangan (menemukan kebahgiaan dalam kekurangan) dan kabegjan iku tansah ana kekurangane (kebahagiaan hidup itu senantiasa tidak sempurna). Seiring perkembangan slogan-slogan tersebut, becak-becak di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup panjang mengenai keberadaan mereka di kota-kota besar terutama di Yogyakarta. Seperti halnya Sejarawan Sartono Kartodirdjo (1981) yang mengatakan "Becak di Yogyakarta mulai muncul sebelum Perang Dunia II. Selama beberapa tahun setelah ditemukan, becak dapat diterima dengan baik sebagai alat transportasi, yaitu sebagai alat transportasi antar keresidenan dan tempat kerja di kota yang berskala medium. Banyak tenaga kerja untuk mengoperasikan becak ini. Ongkosnyapun juga relatif murah. Lebih cepat dari berjalan kaki dan relatif nyaman. Becak merupakan alat transportasi yang lebih baik dari yang ada sebelumnya untuk memecahkan masalah transportasi dengan jarak yang cukup jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Becak merupakan kontribusi yang substansial dalam memecahkan masalah transportasi dalam kota di kota yang tidak terlalu besar. Selain itu, seorang pengusaha becak di Yogyakarta mengatakan becak masuk ke Yogya melalui Semarang pada zaman penjajahan Jepang. “Becak itu pertama kali masuk asalnya dari Jepang. Mereka beredar di Semarang dan akhirnya mulai merambah ke kota-kota lain, termasuk Yogya. Diperkirakan becak hadir sekitar era 1940-an. “Becak waktu itu bannya terbuat dari karet mati dan bentuk atapnya kotak. Selain untuk mengangkut penumpang, becak juga menjadi alat angkutan untuk jenazah dengan cara didandani dengan peci dan kacamata supaya mirip penumpang. Saat itu, ambulans masih merupakan barang langka. Sumber : Dikutip dari beberapa sumber Customer reviews:
Value purchase - by ,
4/ 5 stars
Layanan di sini ramah lho, responnya juga cepat dan harganya pun murah! Ga nyesel de belanja di sini! Keep up good work ya

Posting Komentar